Tanya Jawab VIMIPROKER 4KTIF+

Join https://bit.ly/pilihferry4ktif untuk Diskusi VIMPROKER Ferry 4KTIF.
Berikut rangkuman tanya jawab Diskusi VIMIPROKER Edisi 1.
Siapa tahu ada pertanyaan yang terwakili. Jika belum, yuk diskusi.

Q:Bagaimana rencana mas Ferry terkait dengan koperasi-koperasi yang ada di kantor daerah dan bagaimana dengan kantor daerah yang belum memiliki koperasi?
 A:Kita akan coba mengaktifkan koperasi-koperasi primer yang ada di wilayah-wilayah. Bagi yang belum ada, kita bisa bantu untuk pembentukannya. Koperasi akan lebih baik jika dilakukan dalam bentuk jaringan. Gurita raksasa dalam hal ini para retailer sejatinya memanfaatkan jaringan yang besar. Jika kita membeli dengan bentuk bulk/partai besar, maka kita akan mendapat harga “miring”. Ketika kita mampu membuat itu menjadi bagian dari koperasi kita dan memanfaatkannya untuk jaringan kita di wilayah, maka koperasi kita akan menjadi jaringan yang bagus untuk ke depannya. Kita juga berupaya untuk menjadikan KOPPBN sebagai koperasi pusat. Syarat suatu koperasi bisa menjadi koperasi pusat adalah memiliki 3 (tiga) koperasi primer di bawahnya. Pertumbuhan koperasi di seluruh GKN menjadi penting karena dapat memasyarakatkan jiwa ekonomi koperasi menjadi bagian keseharian, bagi pegawai Ditjen PBN khususnya dan pegawai unit lain pada umumnya.  Perlu diingat bahwa anggota kita tidak hanya dari DJPb. Ke depan kita akan mengajak semua pegawai  baik pegawai DJPb maupun pegawai dari unit lain untuk bergabung dengan KOPPBN. Dari kita, oleh kita, untuk kita. Bersama kita sejahtera.
 Q:Terkait dengan rencana pembukaan KOPPBN di daerah, bagaimana dengan eksistensi koperasi lokal kantor yg sudah ada dan tidak terafiliasi dgn KOPPBN?
 A:Semangat saya adalah semangat untuk menyatukan jaringan dan  semangat untuk memperoleh kebersamaan yang lebih jauh lagi. Tidak hanya terkungkung di Lapangan Banteng dan Wahidin, namun kita coba membuka sisi yang lebih luas untuk menggali peluang bisnis yang ada. Kita dapat memanfaatkan jaringan dengan lebih baik dalam rangka pengadaan, ekspedisi, serta menggali mitra-mitra bisnis yang sudah ada sebagai bagian dari unit kerja kita.
 Q:Salah satu core bisnis koperasi di daerah adalah simpan pinjam. Sekian persen dari nominal pinjaman akan menjadi keuntungan koperasi. Ini sudah menjadi “tradisi” lokal. Bagaimana strategi ke depan dalam menghadapi ini?
 A:“Tradisi” dimaksud merupakan bagian yang sudah saya alami di beberapa koperasi yang pernah saya tangani. Pada salah satu koperasi (koperasi keluarga Bani Syukur) terdapat permasalahan terkait simpan pinjam. Simpan pinjam merupakan hak keanggotaan yang dapat dimanfaatkan seluruh anggota. Akad harus jelas dalam pinjaman ini, sehingga kedua belah pihak memahami hak dan kewajiban masing-masing. Salah satu cara meminimalisir masalah dalam pengembalian pinjaman adalah dengan menyusun kriteria pinjaman, yakni jumlah penghasilan, jumlah outstanding pinjaman lain, dan rekam jejak peminjam. Selain itu, plafon yang disediakan untuk pinjaman tanpa marjin dengan akad al qardh memang berplafon rendah. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan produk macet, karena jika macet, maka dapat mengurangi pemodalan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha. Jika ingin mengambil pinjaman yang lebih tinggi, perlu mengutamakan skema pembiayaan dengan sistem mudharabah, murabahah, ijarah, salam, istishna atau lainnya. Tentunya dengan memperhatikan kriteria usaha yang dilakukan peminjam.
 A:Apakah memungkinkan jika diadakan gerai Logam Mulia (LM) di koperasi?
   Pembukaan gerai LM dan lini bisnis lainnya akan menjadi pertimbangan yang sangat menarik. Dalam situasi keuangan yang tidak kondusif seperti sekarang ini dan terdapat kekhawatiran akan kondisi ke depan, maka investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan. Investasi emas ini dapat membantu kita dalam menghadapi pengaruh inflasi dalam jangka panjang. Menarik untuk dikaji.
 Q:Bagaimana jika pegawai PPNPN diwajibkan menjadi anggota koperasi dengan besaran simpanan wajib dan sukarela serta pagu pinjaman yang lebih kecil dibanding besaran yang dibebankan kepada pegawai?
 A:Ide ini akan kita gulirkan. Jika mendapat persetujuan dari anggota, maka ide ini dapat kita realisasikan. Besaran simpanan wajib dan sukarela serta pagu pinjaman akan ditentukan setelah kita mengkaji kemampuan mereka.  
 Q:Bagaimana dengan program pinjaman koperasi tanpa riba? Apakah sudah menjadi bagian dalam visi dan misi?
 A:Pinjaman koperasi tanpa riba telah dilakukan oleh kepengurusan KOPPBN saat ini, jadi kita tinggal melanjutkan program tersebut. Ke depan kita dapat mengembangkan model-model pinjaman lainnya. Jika kita megacu kepada berbagai produk layanan syariah, maka dapat dibuka model tabungan/simpanan sukarela yang baru, dengan tawaran bagi hasil yang lebih besar. Penempatan dana simpanan sukarela dapat meningkatkan jumlah modal koperasi yang diperlukan dalam ekspansi/pengembangan bisnis.
 Q:Adakah semacam pinjaman untuk UMKM dari koperasi, semacam modal usaha dengan prinsip bagi hasil?
 A:Program pengembangan model-model pinjaman sudah termasuk dalam program kerja Ferry 4KTIF+, terutama bagi anggota. Dalam rangka upaya pengembangan koperasi, anggota yang memiliki bisnis dan membutuhkan pinjaman akan dilakukan penilaian bisnisnya, untuk selanjutnya ditentukan bisnis mana yang layak dibiayai. Pendanaan bagi UMKM yang ada di sekitar kita merupakan usulan yang bagus, terlebih untuk anggota. Namun kita tetap harus menjaga setiap peluang bisnis agar prudent dan aman.
 Q:Apakah mungkin untuk menyediakan vending machine di tempat lain seperti yang Slama ini sudah ditempatkan di SITP?
 A:Saat ini penjualan minuman di vending machine oleh KOPBN telah tersedia di Dit. SITP. Hal ini sangat menguntungkan untuk pegawai yang membutuhkan minuman tanpa harus keluar kantor dan dapat diakses dengan cepat. Saya tertarik dengan penyediaan vending machine di unit lain. Dalam waktu dekat saya akan menggali tentang keuntungan yang telah diperoleh dari penjualan minuman dengan vending machine tersebut. Business Plan yang baik tidak hanya melihat dari keberhasilan jangka pendek, namun kita juga harus melihat aspek lainnya seperti marjin bagi hasilnya maupun biaya yang harus dikeluarkannya dalam jangka menengah atau panjang.
 Q:Bagaimana cara menyikapi harga barang di KOPBN yang relatif lebih tinggi dari harga di luar.
 A:Dalam prinsip koperasi, pembelian barang di koperasi oleh anggota akan kembali kepada anggota, yang diterima manfaatnya dalam bentuk bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh. Bagi hasil dalam koperasi lebih dikenal dengan istilah Sisa Hasil Usaha (SHU). Namun perlu diingat bahwa SHU yang kita terima bukan bagian dari ribawi, karena SHU yang ada di KOPPBN kita bukan semata-mata keuntungan yang dibagi kepada anggota berdasarkan keuntungan, namun sudah berdasarkan akad di awal, baik wadiah maupun mudharabah. Terkait dengan harga yang lebih mahal, saya akan mengkaji terlebih dahulu penyebabnya. Mengkaji dan memperbaiki supply chain management adalah kuncinya. Harga barang yang mahal atau kesalahan dalam memilih supplier dapat menjadi penyebabnya. Supply barang dari supplier di rantai pertama merupakan cara untuk mendapatkan harga murah. Saya memiliki pengalaman terkait hal ini karena sejak kuliah saya sudah pernah melakukan bisnis komputer rakitan, sehingga saya tau bagaimana cara menyelami pasar untuk mendapatkan supplier unggul dari segi penyediaan, ketepatan waktu, maupun harga yang kompetitif.
 Q:Apa keuntungan yang bisa didapatkan oleh anggota aktif KOPPBN yang saat ini sudah berada di luar Lapangan Banteng/Wahidin?
 A:Anggota dapat memilih skema simpanan sukarela yang akan menghasilkan bagi hasil lebih tinggi, misal simpanan dalam bentuk mudharabah yang hanya dapat dimanfaatkan koperasi untuk usaha tertentu. Ke depan untuk wilayah yang memiliki koperasi maka bisa mendapatkan supply barang dari KOPBN. Sedangkan untuk wilayah yang belum memiliki koperasi,maka pegawai dapat melakukan pemesanan barang ke koperasi  dan pengiriman barang akan dilakukan melalui ekspedisi, tentunya mempertimbangkan harga kompetitif setelah biaya pengiriman dimasukan. Kita juga harus mengingat bahwa keberadaan koperasi tidak hanya bertujuan untuk memenuhi  kebutuhan anggota, tetapi juga menyejahterakan anggota lain. Sehingga keterlibatan anggota, secara tidak langsung membantu anggota lainnnya. Keberkahan karena membantu anggota yang lain, ini mungkin yang tidak kita dapat di luar koperasi. Menurut saya ini benefit tak berwujud.
 Q:Bagaimana pendapat mas Ferry tentang program pinjaman non riba yang diunggulkan calon ketua yang lain?
 A:Program pinjaman non riba bukan merupakan program unggulan karena bukan ­brand new idea. Program pinjaman non riba telah dilaksanakan kepengurusan KOPBN saat ini. Kami di Ferry 4KTIF+, tidak berhenti pada pinjaman non riba, saya akan mengembangkan hal tersebut dengan model tabungan syariah yang sifatnya seperti simpanan sukarela. Kita dapat kreasikan simpanan sukarela tersebut dengan berbagai model bagi hasil sesuai prinsip Syariah, baik wadiah maupun mudharabah. Dengan pemanfaatan untuk umum, maupun khusus untuk usaha tertentu.
 Q:Apakah program unggulan dalam kampanye pemilihan ketua koperasi?
 A:Program unggulan saya adalah: Pembuatan kartu anggota secara hard/virtual dalam kerangka dashboard anggota. Kartu ini dapat difungsikan untuk mengakses informasi keuangan anggota baik informasi tentang jumlah simpanan, pembiayaaan, pinjaman, dan bagi hasil yang diperoleh. Layanan online shopping dan delivery order Saat ini KOPBN belum memiliki layanan delivery order yang sesungguhnya sangat dibutukan pegawai. Layanan online shopping dan delivery order ini akan kita berikan dengan jumlah minimal pembelian tertentu. Rencana Ekspansi menjadi Koperasi Pusat dan Pengembangan Lini Bisnis. Rencana ekspansi yang akan dilakukan bukan berupa pembentukan cabang retail meski itu tetap akan dilakukan, namun lebih ke pembentukan koperasi primer di Gedung Keuangan Negara (GKN). GKN kita pilih karena GKN menaungi banyak sekali kantor, sehingga dapat memaksimalkan kinerja koperasi dan keuntungannya yang dari pegawai dan untuk pegawai. Kita juga akan membuat jaringan KOPBN dan koperasi primer yang ada di GKN menjadi jaringan yang lebih kuat. Harapannya, kita dapat melakukan pengadaan barang  dengan partai yang lebih besar, harga beli maupun harga jual lebih murah, dan margin keuntungan yang lebih tinggi. Kita juga akan memaksimalkan lini bisnis, contohnya terkait event organizer dan ekspedisi. Bukan hal yang mudah, namun ini adalah komitmen yang akan saya upayakan. Banyak koperasi karyawan yang berhasil seperti Kopkar Semen Gresik, adalah karena mereka mampu melihat potensi/peluang bisnis yang dibangun dari tugas fungsi yang dilaksanakan di PT Semen Gresik itu sendiri, misal mengambil lini pengepakan, atau lini ekspedisi. Sosialisasi Berkala dan Sarana Komunikasi dengan Anggota Saat ini banyak anggota yang tidak memiliki update informasi tentang program kerja, reward, dan benefit. Sosialisasi berkala yang dapat dilakukan setiap triwulan, diharapakan dapat menjembatani pemenuhan kebutuhan informasi bagi anggota yang tidak melakukan/mempunyai akses rutin. Saat itu pula adalah saatnya bagi pengurus koperasi untuk mendengarkan masukan dari para anggotanya. Karena ini dari pegawai untuk pegawai.   Ikut serta dalam Komunitas dan Kompetisi Koperasi Kinerja koperasi harus terukur pula dengan indikator kinerja koperasi yang berlaku umum. Untuk itu, penting bagi KOPPBN untuk turut serta dalam komunitas dan kompetisi koperasi. Selain untuk mengukur, mengikuti jaringan bisnis yang sama, tentunya akan menambah ilmu dan wawasan serta tentunya peluang kerjasama.
 Q:Saat ini di koperasi banyak barang-barang stok lama yang tidak laku dijual namun masih ditempatkan di etalase. Bagaimana pendapat mas Ferry terkait hal tersebut?
 A:Kita perlu mengikuti cara-cara yang membuat koperasi tidak terbebani akan stok-stok lama. Kita harap bisa bekerja sama dengan supplier yang bisa menerima pengembalian barang yang tidak terjual. Hal ini cukup efektif untuk menjaga agar koperasi tidak memiliki stok barang lawas.