Rumah Tangga Islam

Rumah Tangga Islam

Category : Wawasan

Bedah Buku oleh

Diah Nurhayati Nufus

Judul                                    : Bimbingan dan Konseling dalam Islam  (Bab Bimbingan dan Konseling Pernikahan dan Keluarga Islami)

Penyusun                            : Aunur Rahim Faqih (UII Press Yogyakarta)

Jumlah Halaman               : 153 halaman (66-91)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir.” (Ar Rum : 21)

“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (At Taghabun : 14)

Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang setidak-tidaknya terdiri atas lelaki dan perempuan yang diikat dengan ikatan pernikahan. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang di dalamnya ajaran-ajaran Islam berlaku.

Unsur-unsur dalam rumah tangga Islami :

  1. Keluarga Islami dibentuk dengan akad pernikahan menurut ajaran Islam
  2. Dalam keluarga Islami, termasuk cara pembentukannya melalui pernikahan, ada norma-norma dan nilai yang dianut yang bersumber dari ajaran Islam

Wanita itu dinikahi dengan empat macam pertimbangan; karena kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena kekuatan agamanya. Utamakanlah pilihan dengan kekuatan agamany, engkau pasti beruntung. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

  1. Setiap anggota keluarga mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan status dan kedudukannya masing-masing, menurut ajaran Islam.
  2. Tujuan pembentukan keluarga Islami adalah kebahagiaan dan ketentraman hidup berumah tangga dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Maksud dari pembentukan keluarga Islami adalah agar :

  1. Nafsu seksual tersalurkan sebagaimana mestinya dan secara sehat (jasmani maupun rohani).
  2. Perasaan kasih dan sayang antar jenis kelamin dapat tersalurkan secara sehat.(Ar Rum : 21)
  3. Naluri keibuan seorang wanita dan naluri kebapakan seorang laki-laki dapat tersalurkan secara sehat, yaitu dengan memperoleh dan memelihara keturunan.
  4. Kebutuhan laki-laki dan perempuan akan rasa aman, memberi dan memperoleh perlindungan dan kedamaian, terwadahi dan tersalurkan secara sehat. (An Nisa :34)
  5. Pembentukan generasi mendatang (penerus kelangsungan jenis manusia) akan terjamin pula secara sehat, baik kuantitas maupun kualitas.(Al Furqan :74)

Agar sebuah keluarga menjadi keluarga yang Islami, maka harus dibangun kelima fondasi, yaitu :

  1. Memiliki sikap ingin menguasai dan mengamalkan ilmu-ilmu agama
  2. Yang lebih muda menghormati yang lebih tua
  3. Berusaha memperoleh rezeki yang memadai
  4. Hemat (efisiensi dan efektif) dalam membelanjakan harta (nafkah)
  5. Mampu melihat segala kekurangan dan kesalahan diri dan segera bertaubat

Sesuai dengan hadits nabi yang artinya :

Apabila Allah menghendaki suatu keluarga menjadi keluarga yang baik (bahagia), dijadikannya keluarga itu memiliki penghayatan ajaran agama yang benar, anggota keluarga yang muda menghormati yang tua, berkecukupan rezeki dan kehidupannya, hemat dalam membelanjakan nafkahnya, dan menyadari cacat-cacat mereka dan kemudian melakukan taubat. Jika Allah menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkanNya mereka dalam kesesatan. (H.R Dailami dari Anas)


Leave a Reply