Mendakwahkan Islam ke Luar Arab dan Utusan Rasulullah

Mendakwahkan Islam ke Luar Arab dan Utusan Rasulullah

Category : Semua , Wawasan

Oleh: Ferry Taufik Saleh

Adelaide, 4 Juni 2011

 

Zhahirnya, perjanjian Hudaibiyah memuat pasal-pasal yang menguntungan kaum musyrikin. Namun, pada kenyataannya seperti firman Allah SWT dalam QS Al Fath ayat 1 yang telah Allah sampaikan dalam perjalanan pulang ke Madinah pasca umrah Hudaibiyah bahwa sesungguhnya kejadian ini adalah satu kemenangan yang nyata bagi kaum Muslimin. Salah satunya adalah kaum muslimin saat itu terbebas dari ancaman musuh. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Rasulullah saw untuk menda’wahkan Islam lebih luas bahkan sampai ke luar Arab. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke 7 H sebelum fathu mekkah. Imam Bukhari dalam shahihnya menyebutkan bahwa pengiriman surat ini dilakuan sebelum perang Tabuk, yaitu pada tahun 9 H.

Rasulullah saw memberangkatkan 10 sariyah (pasukan kecil) untuk menunaikan tugas da’wah kepada Islam; jika  menolak, maka mereka akan diperangi. Berikut rangkumannya:

No

Nama Utusan

Penerima

Tujuan Risalah

Sikap Penerima

1

Dihyah bin Khalifah

Al Kalabi

Heraklius

(Kaisar Romawi)

Elia di Palestina Dia takut kehilangan kerajaannya dan tidak masuk Islam

2

Abdullah bin Hudzaifah as-Sahmi Kisra Raja Persia Mada’in di Irak Dia merobek surat Rasulullah saw dan Allah pun meruntuhkan kerajaannya

3

Amr bin Umayah

ad-Dhamri dan Ja’far bin Abi Thalib

Ashamah bin al Abhar (Raja Habasyah/Najasyi/Negus) Habasyah Dia masuk Islam dan meletakkan surat tersebut ke keningnya serta membalas surat Rasulullah saw

4

Hathib bin Abi Balta’ah Juraij bin Matta / Al Mauqauqis (Pemimpin Mesir) Iskandariyah di Mesir Dia tida masuk Islam, namun menghormati kedatangan surat Rasulullah saw dan membalas serta memberikan bingkisan, Maria al Qibtiyah dan saudarinya Sirin.

5

Al ‘Ala bin al Hadhrami Munzhir bin Sawi (Raja Bahrain) Hajir di Bahrain Dia masuk Islam bersama kaumnya

6

Salith bin Amr al Amiri Haudzah bin Ali (Amir Yamamah Yamamah di Najd Dia bersedia masuk Islam asal diangkat menjadi Gubernur

7

Syuja’ bin Wahb al Asadi Al Harits bin Abi Syamar Al Ghassani (Amir Kabilah Ghassanah) Hauran Dia mengancam akan memerangi Madinah

8

Amr bin Al Ash As Sahmi Jaifar dan Abd bin  al Jalandi (Penguasa Oman) Oman Masuk Islam

9

Muhajir bin Abu Ummayyah al-Makhzumi Al Harits Al Himyari (Pemimpin Yaman) Sana’a di Yaman Masuk Islam

10

Abu Musa al Asyari dan Muadz bin Jabal Penduduk Yaman Yaman Masuk Islam

Hikmah:

  1. Pemberangkatan sariyah tersebut menandai periode dakwah Perjuangan Politik dan Kemenangan da’wah.
  2. Pengakuan atas negara Islam.
  3. Sikap jihad ofensif dan bukan defensif.
  4. Karakteristik Dakwah Islam:
  5. Sistem yang seharusnya berlaku di dunia adalah sistem Islam.
  6. Tahapan dakwah dimulai dengan dakwah silmi (dakwah damai) dengan hikmah dan nasehat yang baik dalam waktu yang lama. Setelah itu pemaksaan (ilzam) dilakukan terhadap orang-orang atheis, musyrik, penyeru berhala dan pengikutnya. Prioritas dakwah adalah perbaikan diri dan sesama mereka (internal Islam), baru mendakwahkan Islam keluar ummat Islam.
  7. Dakwah Islam tidak memandang ras maupun golongan. Metode dakwah Rasulullah saw:
    • Bil hikmah dan Mauizhoh Hasanah (menyebut gelar, dan bahasa pergaulan)
    • Delegasi berkemampuan bahasa sama dengan kaum yang dikunjungi
    • Tidak serta merta mengambil kekuasaan
    • Bersikap tegas dan keras terhadap upaya negoisasi dengan kekafiran

 

Referensi:

  1. Sirah Nabawiyah Ramadan al Buthi
  2. Sirah Nabawiyah Shafiyurrahman al Mubarakfury
  3. Manhaj Haroki Syeih Munir Muhammad al Ghadban

Leave a Reply