Category Archives: Bisnis

  • 0

Cerita Bisnis: Jualan baju dan aksesoris muslim/muslimah

Category : Bisnis

Jualan yang satu ini kami lakukan selama kami tinggal di Kota Ambon. Ya, jualan baju muslim/muslimah mulai dari jilbab hingga gamis kami jalani untuk menambah pundi keuangan keluarga.

Hal yang perlu diperhatikan adalah memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis

Tahun 2007, 6 bulan setelah kami berada di Kota Ambon, kami melakukan analisis bisnis. Setelah melakukan beberapa survei harga, didapati bahwa harga baju muslim/muslimah di Ambon relatif lebih mahal dari Jawa maupun Makassar (Jika satu jilbab beli di Jakarta seharga 20rb, di Ambon bisa mencapai harga 45-60rb rupiah, bisa dibayangkan marginnya kan?). Dengan bentuk pengiriman per kgnya untuk kira-kira 10 potong baju dan aksesoris lainnya hanya 30rb. Maka keuntungan yang besar dapat diperoleh. Begitupun setelah mengamati perilaku konsumen di Ambon, bisnis ini memang menjanjikan. Terlebih bagi yang akan stay dalam waktu yang lama. Bisa-bisa di jadi Raja Baju dan punya kios banyak serta tersebar di penjuru Ambon.

Pada pembelian inventaris perdana, kami mendapat suntikan investasi dari kaka kami, Ririn Anggraeni sejumlah 3 juta rupiah. Dari jumlah tersebut, langsung saja kami belikan baju di beberapa tempat grosir, termasuk tanah abang. Selain baju, kami juga sertakan jilbab dan aksesoris lainnya. Untuk penjualan di tahap awal, kami menggunakan metode silaturahim dari rumah ke rumah. Jika barangnya tidak ada di rumah, kami menawarkan sistem pesan, dimana pesanan tersebut akan kami coba wujudkan dalam waktu 2 minggu (maklum, waktu pemesanan dan pengiriman barang yang lumayan). Dari cara seperti ini, hubungan dengan konsumen terbangun, dan proses penjualan serta mendapatkan konsumen yang loyal didapatkan. Ketajaman istri dalam memilih corak dan ragam busana menjadi salah satu kekuatan daya saing dengan bisnis serupa di pasaran. Namun dengan selisih harga dengan pasar dengan menekan sedikit margin, akhirnya perlahan namun pasti bisnis kami ini berkembang.

Hal yang perlu diperhatikan adalah memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis. Apa maksudnya? selain ada kontrol yang lebih, akan didapat proses audit yang lebih baik. Berhasil atau tidaknya bisnis, juga didasari dari hal ini. Selain itu pula, kami menggunakan aplikasi sederhana dengan access (lain waktu saya upload dan share deh), yang memudahkan kami untuk mengecek harga terkini, maupun sisa stock yang ada, sehingga dalam batas waktu tertentu kami harus segera melakukan re-stock barang tersebut. Selain itu pula, kinerja dari bisnis kami pun terpantau dengan dapat melihat barang apa yang paling polpuler, dan perlu diperbanyak dalam pembelian maupun barang yang kurang begitu laku terjual, sehingga layak untuk dipertimbangkan ulang.

Seiring dengan berjalannya waktu, pebisnis pun harus mengikuti trend pasar. Saat itu, kami melihat jilbab anak Refanes bisa menjadi gaya tersendiri bagi anak kecil di Ambon. terlebih, produk Refanes ini belum membanjiri pasar  Ambon, artinya peluang terbuka lebar. Untuk mengurangi biaya pengiriman, kami tidak lagi mengambil barang dari Jawa, namun kami alihkan belanja grosiran kami ke Makassar. Ya, itulah untungnya grosiran, dengan membeli jumlah kuantitas tertentu, discount akan diperoleh, yang artinya harga pokok penjualan produk tersebut menjadi semakin rendah. yang artinya lagi, margin yang lebih.

Sayangnya, bisnis jualan baju muslim ini harus kami akhiri di pertengahan 2010 karena saya harus berpindah ke Jakarta mengikuti pelatihan Pre Departure beasiswa ADS. Saat itu, setelah dilakukan ulang dan didapat kesimpulan kami telah mendapatkan untung 5jt nett, maka sisa stock yang ada kami jual lelang di harga dasar, dan selebihnya kami berikan secara cuma-cuma… Lumayan kan?

 

 


  • User sedang online: 0
  • Jumlah Pengunjung: 73.977
  • Total pengunjung: 24.321

Kalender Catatan

September 2015
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930