Author Archives: ferryt3101

Hai Sobat, Kini Saatnya Mengeksplor Keindahan Alam di Kalimantan

Category : Featured , Jalan-Jalan , Semua

Jika Anda sudah puas mengeksplor obyek wisata di Pulau Jawa, tidak ada salahnya jika perjalanan wisata Anda kali ini mengunjungi pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Sungai. Yap, Pulau Kalimatan. Pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini juga memiliki pemandangan alam yang tak kalah menakjubkan loh dengan pulau lainnya.

kalimantan

Sumber: indonesianalam.blogspot.co.id

Seiring berkembangnya zaman, segala kemudahan kini bisa didapat semua orang. Bagi para traveler, paket promo untuk sebuah perjalanan wisata tentu paling diburu. Mereka tak segan untuk browsing mengenai apapun yang mendukung perjalanan wisata mereka. Misalnya mencari promo untuk paket perjalanan ke Kalimantan. Jika Anda terbiasa menggunakan maskapai penerbangan Citilink Air, maka sekarang saatnya sobat cari promo Citilink Air sesuai destinasi wisata Anda, Pulau Kalimantan.

Paket promosi ini biasanya hanya berlaku bagi mereka yang beruntung. Jadi sudah tak asing ada istilah ‘siapa cepat dia dapat’ dalam memburu paket promo sebuah perjalanan. Maka dari itu, para traveler sangat gencar untuk mencari informasi paket promo yang ditawarkan oleh agen perjalanan wisata misalnya.

Perjalanan wisata ke Kalimantan yang akan Anda lakukan tentunya harus dipersiapkan secara matang untuk memaksimalkan waktu liburan yang Anda luangkan di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Tentu sangat disayangkan apabila waktu libur Anda terbuang percuma karena perjalanan wisata Anda tidak dipersiapkan dengan bijak. Lalu, apa saja sih obyek wisata yang bisa para sobat eksplor di Kalimantan? Yuk, mari Anda amati ulasan obyek wisata di Kalimantan berikut ini.

1. Bukit Kelam, Kalimantan Barat
Bukit Kelam. Nama yang unik atau terasa penuh dengan misteri? Tapi sebaiknya Anda jangan berasumsi yang aneh-aneh pada tempat ini. Karena pesona yang dimiliki Bukit Kelam dijamin akan memberikan sensasi tersendiri jika disambangi, apalagi bagi Anda yang hobi hiking. Bagaimana? Apakah masih tertarik untuk mengeksplor lebih jauh mengenai bukit ini?

bukit-kelam

Sumber: blog.gogonesia.com

Bukit Kelam diapit oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Kawasan cagar alam di sekitar obyek wisata ini menyuguhkan pemadangan alam yang begitu asri dengan udara sejuk yang menenangkan hati. Adanya gua, air terjun, serta tumbuhan langka seperti kantong semar menambah keelokan obyek wisata yang terkenal dengan batuan monolitnya ini. Obyek wisata yang satu ini juga menawarkan berbagai aktivitas fisik yang memacu adrenalin.

Adapun aktivitas yang bisa dilakukan para traveler diantaranya sensasi panjat tebing di bebatuan dengan kemiringan sekitar 15°-14°, mendaki bukit dengan waktu tempuh sekitar 5 jam perjalanan dan butuh waktu lebih singkat untuk menuruni bukit yaitu sekitar 4 jam, terbang dari ketinggian melalui olahraga paralayang, serta berkemah.

2. Pantai Melawai, Kalimantan Timur

pantai-melawai

Sumber: djehanprakoso.it.student.pens.ac.id

Apabila Anda mencari tempat wisata yang terbilang romantis di Kalimantan, segera kunjungi Pantai Melawai bersama orang-orang terkasih. Selain akses untuk mencapai obyek wisata ini terbilang mudah, pantai ini juga akan menyuguhkan pesona matahari terbenam yang begitu menakjubkan. Tak heran jika senja menjelang Pantai Melawai semakin ramai oleh pengunjung yang tak mau ketinggalan menyaksikan panorama alam memukau.

pantai-melawai-2

Sumber: balikpapan.prokal.co

Adanya kafe di pinggir pantai, melengkapi suasana hangat menjelang malam sambil menikmati sajian kuliner yang memanjakan lidah di pesisir Pantai Melawai. Bagi Anda yang ingin bermalam dengan pemandangan sekitar Pantai Melawai, jangan khawatir karena disekitar pantai juga terdapat hotel-hotel dengan fasilitas yang menjanjikan.

3. Pasar Terapung, Kalimantan Selatan

pasar-terapung

Sumber: machsada.blogspot.co.id

Keunikan pasar di Kalimantan Selatan ini cukup mendunia. Pasar yang biasanya kita temui berada dalam kawasan pertokoan ataupu kios-kios, berbeda halnya dengan Pasar Terapung yang berada diatas air, tepatnya di Sungai Kuin. Pedagang yang menjajakan dagangannya maupun pembeli melakukan transaksi jual beli diatas sampan atau perahu. Akan tetapi, pasar ini hanya ditemui tidak lebih dari jam 9 pagi.

4. Hutan Lindung Sungai Sesayap, Kalimantan Utara

hutan-lindung-sungai-sesayap

Sumber: lihat.co.id

Kekayanaan suku, budaya, dan alam yang dimiliki Kalimantan seolah tak ada habisnya untuk ditelusuri lebih mendalam. Hutan Lindung Sungai Sesayap dapat ditempuh melalui perjalanan menggunakan perahu (berlayar). Di tempat ini, Anda bisa menikmati pemandangan hutan lindung yang tampak asri di sepanjang sungai yang menjadi habitat burung, kera, dan hewan lainnya. Sungai ini juga terkenal sebagai daerah penghasil udang di Kalimantan.

5. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

taman-nasional-tanjung-puting

Sumber: otonomi.co.id

Jika biasanya Anda harus berjalan kaki untuk menelusuri Taman Nasional di daerah lain, di Kalimantan Anda bisa melakukannya menggunakan perahu dengan menyusuri sungai. Obyek wisata yang satu ini merupakan tempat penangkaran orang utan. Taman Nasional Tanjung Puting tidak hanya diminati wisatawan lokal tetapi juga oleh wisatawan asing.

Kelima obyek wisata populer dari masing-masing provinsi di Kalimantan yang sudah disebutkan sebelumnya hanyalah sebagian kecil dari kekayaan dan keindahan alam Kalimantan. Karena selain itu masih banyak lagi obyek wisata di Kalimantan yang berpotensi menarik minat wisatawan belum tereksplor oleh masyarakat luas. Jadi, sekaranglah saatnya Anda menentukan kemana destinasi wisata Anda setelah menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan. Selamat bereksplorasi sobat!


Beruntung atau Merugi (yang sebenarnya)

Category : Semua , Taushiyah

Marilah meraih kemenangan!

Ya, semua orang ingin menang, tak ada yang menginginkan kekalahan. Segala cara ditempuh, komitmen dan konsistensi pun diuji. Hingga akhirnya kemenangan itu diraihnya.

Bagi seorang muslim, tak penting menang atau kalah, kaya atau miskin, suka maupun duka, berat maupun ringan, karena yang terpenting adalah mendapat ridho Allah, sehingga semua urusannya dalam hidup di dunia adalah baik bagi dirinya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw,

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Allah SWT sampaikan bahwa setiap manusia berada dalam kerugian. Yakni mereka rugi atas waktu mereka yang terbuang percuma saat bermain video games, atau melamun, atau mengerjakan hal-hal mubah yang berlebihan, yang mengakibatkan waktu berlalu tanpa kesan. Atau mereka meraih sesuatu padahal secara substansi ia tak memberikan manfaat apapun bagi dirinya, seperti harta yang banyak, namun tak membuat hatinya tenang. Seperti polularitas yang tinggi namun hidupnya penuh dengan tekanan dan tuntutan tinggi. Atau bahkan tak mendapatkan yang seharusnya ia terima sebagai balasan baik di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT nyatakan bahwa ada 4 syarat agar kita tidak mengalami kerugian, dan kelak mendapatkan kemenangan yang hakiki, yaitu:

1. Beriman kepada Allah SWT.

Ingatkah kepada penemu lampu pijar? ya, Thomas Alfa Edison, nama yang populer di dunia mengingat jasanya dalam menciptakan lampu pijar yang digunakan oleh hampir setiap orang di muka bumi ini, menerangi gelapnya malam di seluruh penjuru dunia. Amalannya menjadi tersiakan karena ia tak beriman kepada Allah dan hari pembalasan. Ia hanya meraih manfaat sebatas di dunia, namu tak ada bagian bagi dirinya di akhirat kelak, di masa yang tak berujung.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَأُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?” (QS Hud 15-16)

2. Beramal sholeh

Amal tanpa iman adalah percuma dan iman tanpa amal adalah kehampaan semata. Iman adalah pondasi sedangkan amal adalah implementasi. Ingatlah bagaimana Abu Jahal, Abu Lahab, dan Akhnas bin Syariq mendatangi rumah Rasulullah saw untuk mendengarkan lantunan tilawah Al Quran, hati mereka mengimani apa yang ada dalam Al Quran, namun bukanlah amal sholih yang mereka lakukan, melainkan amalan tercela, sehingga menjadikan mereka merugi di akhirat, diberi azab yang pedih oleh Allah SWT.

“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR. Ath-Thabrani).

3. Saling menasehati dalam kebenaran

Kehidupan ini teramat berat untuk dijalani seorang diri, terutama dalam era globalisasi saat ini. Sebuah motor tak selamanya dapat melaju dengan baik, ada saatnya rantainya kendur, olinya menghitam, remnya tak lagi pakem, dan lain sebagainya. Saat itulah motor tersebut berlu di tune-up kembali ke kondisi semula.

Iman manusia itu naik dan turun, naik karena amal sholih, dan turun karena sebab ma’shiyat. Ada saatnya diri menjadi futur. Maka pada saat itulah seseorang membutuhkan pengingat agar kembali semangat, membutuhkan pengingat agar dapat kembali menempuh jalan yang lurus.

4. Saling menasehati dalam kesabaran

Syarat yang terakhir membantu kita untuk senantiasa tegar dan sabar dan kokoh dalam menjalani kehidupan. Kesulitan yang menghadang, duka yang menghampiri, membuat diri menjadi rentan futur. Saat itulah, dibutuhkan untaian nasehat tentang kesabaran. Sabar adalah bersikap pro aktif untuk menjadi lebih baik.

Keempat syarat ini terdapat dalam Surah Al Ashr. Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i pernah berkata, “Seandainya saja al-Qur’an tidak diturunkan, niscaya satu surah ini cukup menjadi petunjuk manusia. Karena di dalamnya terkandung seluruh pesan-pesan al-Qur’an.”

Setelah mengetahui keempat syarat tersebut, saatnya untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin agar Allah menjadi ridho atas diri kita. Allah akan mempermudah jalan bagi siapa saja yang menginginkan kebaikan itu ada atas dirinya…

Dalam sebuah hadits diceritakan:

Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim lafazh ini milik Zuhair. Ishaq berkata; Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Sa’ad bin ‘Ubaidah dari Abu ‘Abdur Rahman dari ‘Ali dia berkata; “Kami pernah menguburkan jenazah di pemakaman Baqi Al Gharqad. Tak lama kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada kami. Lalu beliau duduk dan kami pun duduk mengelilingi beliau. Setelah itu Rasulullah memegang sebuah batang kayu pendek dan beliau menggaris-gariskan dan memukul-mukulkannya diatas tanah seraya berkata:

‘Tidaklah seseorang diciptakan melainkan Allah telah menentukan tempatnya di surga ataupun di neraka, serta ditentukan pula sengsaranya atau bahagianya.’.

Ali bin Abu Thalib berkata; ‘Kemudian seseorang bertanya:

‘Ya Rasulullah, kalau begitu apakah sebaiknya kami berdiam diri saja tanpa harus berbuat apa-apa? ‘.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

‘Barang siapa termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, maka ia pasti akan mengerjakan amal perbuatan orang-orang yang beruntung. Sebaliknya barang siapa termasuk dalam golongan orang-orang yang sengsara, maka ia pasti akan mengerjakan amal perbuatan orang-orang yang sengsara.’.

Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

‘Berbuatlah! Karena masing-masing telah dipermudah untuk berbuat sesuai dengan ketentuan sengsara dan bahagianya. Orang yang termasuk dalam golongan orang-orang yang berbahagia akan dimudahkan untuk mengerjakan amal perbuatan orang-orang yang beruntung. Dan orang yang termasuk dalam golongan orang-orang yang sengsara akan dimudahkan untuk mengerjakan amal perbuatan orang-orang yang sengsara.’.

Setelah itu Rasulullah pun membacakan ayat Al Qur’an:

‘Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.’ (Qs. A1-LaiI (92): 5-10).

(HR. Muslim nomor 4786).

Pertanyaannya, sudahkah terasa dalam diri kita kemudahan dari Allah SWT dalam melaksanakan amal sholih dan kebaikan?


eBook Productive Muslim

Category : eBook , Semua

productive muslim

eBook ini saya dapat dari productivemuslim.com, website yang menarik untuk menambah semangat mengkaji Islam. Sila download buku ini agar kamu terinspirasi bagaimana caranya menjadi muslim yang produktif.

Isinya antara lain loe bakalan jadi tahu kunci produktifitas tu apa aja, terus, setelahnya loe bakalan diajarin gimana caranya membangun kebiasaan produktif. Ditambah pula motivasi agar kita dapat menjalaninya dengan istiqomah. So guys, bukan hanya Islam di KTP, tapi tunjukkan kalau Loe bener-bener muslim produktif. Selamat membaca!

Download disini


Pantai eMBe (Merak Belantung) Kalianda

Category : Featured , Jalan-Jalan , Semua

LOGO EMBE REVISED 03-c

Pantai eMBe terletak di Desa Merak Belantung, Kalianda, Jalan Trans Sumatera KM 45. Cukup mudah ditempuh dengan kendaraan bermotor, karena hanya tinggal mengikuti jalan trans sumatera dari Pelabuhan Bakaheuni Lampung dengan waktu tempuh hanya sekitar 35 menit.

Setelah menjumpai papan reklame besar di tengah jalan trans sumatera dengan tulisan Grand Elty, dengan Pos Polisi di sisi kanan, maka kita belokkan kendaraan kita ke arah kiri memasuki Desa Merak Belantung. Di tempat tersebut sebenarnya tidak hanya Pantai eMBe saja, namun ada banyak pantai terbentang di sepanjang teluk tersebut.

peta

Setelah tanda pantai pertama dan kedua, maka tanda papan Pantai eMBe ada setelahnya. Kira-kira 500m dari Jalan Trans Sumatera. Kita akan disambut oleh beberapa petugas yang akan menanyakan jumlah orang yang akan masuk. Harga tiket masuk per orang sebesar Rp 20.000,-, sudah termasuk biaya toilet dan asuransi jasa raharja. Karena waktu itu bawa mobil, maka dikenakan pula tiket parkir sebesar Rp 10.000,- per mobil.

Pantai ini cukup rindang dan sejuk karena pepohonan memenuhi kawasan pantai ini. Pasir putih pun menambah asri pemandangan laut biru yang lepas khas teluk. Ombaknya berayun ayun dengan level yang menurut saya cukup menyenangkan. Kita dapat menyewa ban dan kemudian berjalan agak ke tengah pantai lalu kemudian kita berpegangan dengan ban karet tadi sehingga kita seperti terombang-ambing. Sangat menyenangkan, apalagi kalau kita membawa serta anak-anak. Jangan berada di bibir pantai, karena kita hanya akan terhempas oleh ombak yang datang.

Kalau ke Pantai eMBe ini, jangan lupa bawa peralatan piknik. Ya Tikar dan makanan besar maupun ringan. Meski agak kotor karena banyaknya sampah bertebaran, namun tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga. HIGHLY RECOMMENDED!

IMG_8260

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Khutbah Idul Fitri 1435H: Buah Ketaqwaan

Category : Featured , Semua , Wawasan

Khutbah Idul Fithri 1435 H
Masjid – PT YKK Indonesia – Cimanggis, 28 Juli 2014
Buah Ketaqwaan
Ferry Taufik Saleh

 

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Allahu Akbar 9x.

Muqaddimah

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

Suara takbir berkumandang di seluruh penjuru dunia, mengagungkan dan membesarkan asma Allah SWT. Segala puji hanya bagi Allah, Dzat yang jiwa-jiwa kita semua berada dalam genggamanNya. Dzat yang dapat memberikan kemuliaan bagi siapa yang dikehendakiNya dan menghinakan siapa saja yang dikehendakiNya. Seringkali manusia kufur atas segala nikmat Allah ketika diberinya, dan kembali ingat manakala Allah mencabut nikmat tersebut dari dirinya. Karena memang sesuai sunnahNya, sedikit sekali manusia bersyukur, karena itulah mari kita bersama menjadi bagian dari manusia yang senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur” [QS. Al Mulk: 23]

Sholawat serta salam selayaknya senantiasa tetap membasahi bibir-bibir kita atas sosok tauladan, junjungan mulia, Rasulullah saw. Pribadi yang sungguh mulia akhlaknya, santun dalam perangainya, indah dalam tutur katanya. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaat dari beliau Rasulullah saw. Sebagai seorang hamba Allah, Rasulullah adalah orang yang paling tekun beribadah. Ummul mukminin Aisyah  ra mengisahkan, saat shalat, Rasul menitikkan air mata. Air mata itu mula-mula hanya membasahi pipi, lalu jenggot beliau, sampai akhirnya membasahi tanah tempat beliau shalat. Rasul tak henti-hentinya menangis dalam shalat itu, hingga Bilal mengumandangkan azan Subuh. Aisyah RA bertanya, “Mengapa engkau menangis seperti itu? Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang?” Rasul menjawab, “Sungguh, aku ingin menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur!”

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Beribadah kepada Allah SWT adalah salah satu bentuk dari rasa syukur tersebut, sebagaimana yang telah Rasulullah SAW contohkan. Ibadah seperti sholat, puasa, zakat, dan amal sholih yang banyak ragamnya pada akhirnya memiliki konsepsi tujuan yang Allah tekankan berupa ketaqwaan. Bahkan di beberapa ayat Quran, Allah SWT memerintahkan, menasehati atau bahkan menanyakan kita untuk bertaqwa. Mari kita simak beberapa firman Allah SWT berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [QS. Al Baqarah : 183]

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” [QS. Al Baqarah : 21“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji”. [QS. An Nisaa : 131]

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. [QS. Al Baqarah: 197]

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Menurut Imam Nawawi rahimahullah, taqwa adalah menaati setiap perintah dan laranganNya. Ia dilakukan baik dalam kondisi lapang maupun sempit, kaya maupun miskin. Sebagai contohnya adalah tatkala miskin atau sempit kita masih dapat melakukan berinfaq dengan sebutir kurma atau bersedekah dengan senyuman. Iringilah setiap kesalahan dengan kebaikan, niscaya ia akan menhapusnya. Seperti sabda Rasulullah saw.

 

“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’)

 

Pertanyaannya adalah, mengapa Allah SWT menuliskan konsepsi tujuan setiap ibadah yang kita lakukan adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa? Mengapa Allah juga memerintahkan kita sebagai manusia untuk bertaqwa kepadaNya? Dan mengapa Allah SWT juga nyatakan bahwa sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan?

 

Hal inilah yang mendasari alasan mengapa kaum muslimin di Gaza selalu bergembira menyambut seruan jihad, bahkan tak sedetik pun terpikir oleh mereka untuk lari dari negara mereka. Inilah pula yang melatarbelakangi kaum muslimin yang saat itu dipimpin oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadi bentuk negara yang sangat adil dan sejahtera. Inilah yang mendasari kaum muslimin banyak yang menjadi ilmuwan terkenal dan memberi andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Inilah yang membuat Rasulullah saw dan para sahabatnya menjadi kaum yang disenangi oleh teman dan disegani oleh lawan. Ya, jawabannya adalah karena mereka bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga kemudian Allah SWT senantiasa memuliakan kedudukan mereka baik di dunia maupun akhirat kelak.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” [QS. Al Hujurat : 13]

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Lalu bagaimana dengan kita sekarang? Menjalani ibadah sangatlah sulit rasanya, ibadah laksana buah yang pahit yang untuk memakannya butuh perjuangan yang sangat. Ibadah tidak lagi terasa sebagai buah yang manis yang ingin selalu kita kejar dan kita senantiasa tambah baik kuantitas maupun kualitasnya. Apabila ada hiburan rakyat dan pada saat yang sama ada pengajian rutin malam, maka akan lebih banyak orang yang menghadiri majlis hiburan tersebut daripada majlis ilmu. Tak bisakah kita melaksanakan ibadah selayaknya kita mengerjakan satu pekerjaan yang menghasilkan harta trilyunan atau pangkat jabatan yang tinggi? Hingga terkadang kita bekerja hingga lupa waktu, lembur dan kerja keras setiap waktu.

 

Padahal, buah dari ketaqwaan itu jauh lebih besar, jauh lebih indah dari semua kenikmatan dunia. Semoga dengan mengetahuinya, menjadikan kita semua yang hadir pada kesempatan ini lebih bersemangat dalam mengerjakan amalan sholih pada bulan-bulan lainnya selepas Ramadhan yang telah meninggalkan kita, dan buah dari ketaqwaan ini pun dapat menjadi ajang pembuktian apakah kita memang telah menjadi hamba Allah yang bertaqwa yang artinya telah berhasil melaksanakan ibadah Ramadhan dengan baik.

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Buah yang pertama dari ketaqwaan itu adalah keberkahan dari Allah SWT.  Allah SWT berfirman:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. [QS. Al A’raf : 96]

 

Keberkahan adalah ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Pernahkah kita merasa memiliki banyak uang, namun ternyata uang itu membuat kita semakin sengsara? Pernahkah kita memiliki jabatan, namun ternyata jabatan itu justru malah memperangkap kita? Jawabannya adalah karena belum ada keberkahan atas apa yang kita miliki dari usaha kita. Harta kita meskipun sedikit, ia memiliki berkah, ketika harta itu akhirnya dapat menyekolahkan anak kita hingga ke perguruan tinggi. Rumah tangga memiliki berkah, tatkala suami dan istri hidup bahagia dengan anak-anaknya serta tetangganya. Mereka saling bantu dan saling memuliakan. Keberkahan adalah salah satu buah dari ketaqwaan. Lalu mengapa kita tidak juga bertaqwa?

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Buah yang kedua yang dapat kita nikmati setelah kita menjadi pribadi yang bertaqwa adalah Allah akan memberikan petunjuknya yang membimbing kita dalam membedakan arah yang baik dan arah yang buruk. Dengannya kelak langkah kita dalam menempuh kehidupan di dunia ini akan senantiasa berada dalam jalanNya yang lurus. Lalu mengapa kita tidak menjadi orang yang bertaqwa?

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”. [QS. Al Anfal : 29]

Buah yang ketiga adalah Allah akan senantiasa memberikan kemudahan dalam hidup kita menjadi setiap kesulitan yang datang menjadi mudah untuk dilalui, menjadikan setiap problematika yang menerjang mendapatkan jalan keluarnya. Segala macam persoalan dalam kehidupan diberikan solusinya oleh Allah SWT. Lalu mengapa kita tidak menjadi pribadi yang bertaqwa?

 

Buah yang keempat adalah Allah akan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangka dan Allah pun akan mencukupkan segala keperluannya. Lalu mengapa kita tidak menjadi pribadi yang bertaqwa?

“Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar

 

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu

 

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” [QS. At Talaq : 2-4]

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Buah yang kelima adalah Allah akan senantiasa menhapus segala kesalahannya dan melipatgandakan segala amal sholihnya. Lalu mengapa kita tidak menjadi hamba Allah yang bertaqwa?

“Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya” [QS. At Talaq : 5]

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Telah banyak contoh nyata dalam kehidupan, bahwa ummat muslimin pastinya menjadi ummat yang berjaya, tatkala setiap pribadinya adalah pribadi yang bertaqwa. Janganlah menjadi ummat yang banyak dalam jumlah namun secara realita laksana buih yang mudah hilang dan tak memiliki tempat mulia di mata masyarakat umum. Namun, jadilah ummat yang  banyak secara kuantitas dan baik secara kualitas ketaqwaan sehingga Allah SWT menjadikan secara nyata kemuliaan ummat ini atas ummat-ummat yang lain. Kalau kita saja belum beribadah secara benar kepada Allah, menanamkan keikhlasan dalam hati, serta mengikuti segala syariahNya dalam Al Quran dan As Sunnah, lalu mengapa kita terus memaksakan Allah mengabulkan segala permohonan dan keinginan kita? Mengapa kita tidak berfikir? Sedangkan kita baru akan mendapatkan upah gaji pada saat telah menuntaskan pekerjaan kita dengan baik.

 

Untuk itu saudaraku muslimin dan muslimat, mari bersama kita jadikan momentun Idul Fithri ini, untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa, yang karenanya kelak Allah akan memuliakan kita di hadapannya dan dihadapan hamba-hambaNya yang lain. Yang dengan harta kita menjadi berkah, yang dengan kesulitan menjadi kemudahan, yang dengannya segala problematika mendapatkan jalan keluarnya, yang dengannya Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan pertolonganNya, yang dengannya kelak Allah akan meridhoi dan memasukkan kita semua ke dalam jannahNya. Lalu mengapa kita tak bersegera menjadi pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT?

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” [QS. Al Baqarah : 177]

 

”Bertaqwalah kalian kepada Allah, shalatlah yang lima waktu, puasalah di bulan kalian, tunaikan zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan memasuki surga Tuhan kalian.” (Tirmidzi di Kitab Shalat, hadits hasan shahih).

 

Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah,

 

Mari kita akhiri khutbah Idul Fithri ini dengan menundukkan hati-hati kita, seraya bermunajat kepada Allah SWT, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan, menjadikan kita pribadi yang bertaqwa, dan menerima do’a kita di kesempatan yang mulia ini.

 

Ya Allah, kami memohon kepada Engkau petunjuk, ketaqwaan, iffah, dan kekayaan.

 

Taqabballahu minna wa minkum, kullu ‘aam wa antum bi khair.

Ja’alnallahu minal a’idin wal faidzin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 


Menambah spasi di dalam cell Excel dengan Alt+Enter

Category : Komputer , Semua , Tips & Tricks

Seringkali kita menuliskan beberapa paragraf yang seharusnya menjadi konten satu cell malah menjadi beberapa cells. Contoh:

Kita ingin menuliskan beberapa poin di kolom Pertanyaan Helpdesk APK, yang biasa dilakukan adalah seperti contoh gambar berikut:

cella

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alih alih menggunakan satu cell, yang dilakukan adalah menggunakan beberapa cell (B10 s.d. B13) . Hal ini akan berakibat saat kita ingin menyortir atau memfilter file atau mengurutkan file tersebut. Ketika ada beberapa pertanyaan, maka akan susah untuk difilter atau disort. Pernahkah anda mengalaminya? Yang terjadi akan seperti ini, berantakan lagi:

cellb

 

Jika pernah, untuk mengatasi hal tersebut, yang perlu dilakukan hanya dengan menekan Alt+Enter, dan tarra… berpindahlah kursor ke baris selanjutnya… Jadinya seperti ini deh… Sekali lagi, cukup dengan menekan Alt+Enter saja… semudah itu… Ini dia buktinya:

cellc

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih rapih, dan dapat dilakukan apapun atas cell tersebut, karena memang dalam satu cell. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat. 🙂

 

 

 


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H

Category : Featured , Semua

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim. Kullu ‘ aam wa antum bi khair, wa ja’alna minal a’idin wal faidzin… Mohon maaf lahir batin ye…


Gebyar Lomba Ramadhan 1435 H – Kementerian Keuangan

Category : Featured , Informasi , Semua

Yth. Para Kepala Kantor Wilayah Di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan

Sehubungan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan 1435 H, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengurus Masjid Al-Amanah Kementerian Keuangan Jl. Lapangan Banteng Timur Jakarta Pusat mengadakan kegiatan Gebyar Lomba Ramadhan 1435 H. Lomba tersebut diperuntukkan bagi seluruh pegawai dan keluarga pegawai Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  2. Dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh pegawai dan keluarga pegawai dimaksud dari Sabang sampai Merauke, maka ketentuan lomba adalah dalam bentuk penqiriman file rekaman audio visual peserta dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Peserta mengisiformulir pendaftaran melalui website http://bit.do/alamanahlomba;
  • Jenis lomba terdiri dari Lomba Murattal, Tilawah MTQ, Kultum, dan Adzan;
  • Peserta dapat mengikuti lebih dari 1 (satu) jenis lomba;
  • Karya lomba tersebut direkam dalam bentuk audio visual dan diupload ke google drive peserta kemudian di-share ke alamat email alamanahlomba<at>gmail<dot>com;
  • Panitia akan melakukan verifikasi dan memberikan konfirmasi melalui email apabila data yang disampaikan memenuhi persyaratan yang ditentukan;
  • Batas waktu penyampaian file rekaman audio visual peserta adalah tanggal 9 Juli s.d. 9 Agustus 2014;
  • Seluruh dokumen file rekaman audio visual peserta menjadi milik Panitia Gebyar Lomba Ramadhan 1435 H Masjid Al-Amanah Kementerian Keuangan;
  • Pemenang akan diumumkan pada tanggal 15 Agustus 2014 melalui website www.masjidalamanah.com;
  • Keputusan penetapan pemenang lomba bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
  • Ketentuan lebih lanjut terkait Gebyar Lomba Ramadhan 1435 H Masjid Al-Amanah Kementerian Keuangan terlampir dan juga dapat diakses melalui website ww.masjidalamanah.com.
  1. Berkenaan dengan hal tersebut diatas, dimohon bantuan Bapa/lbu untuk kiranya dapat menginformasikan Kegiatan Gebyar Lomba Ramadhan 1435 H Masjid Al-Amanah Kementerian Keuangan kepada seluruh pegawai di lingkungan unit kerja masing- masing.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.


Studi Analitis Singkat Atas Konsep Da’wah Imam Asy Syahid Hasan Al Banna Dalam Muqoddimah Risalah Ta’lim

Category : Semua , Wawasan

Ferry Taufik Saleh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Dzat yang mempergilirkan Siang dengan Malam, yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, yang Maha Esa, yang benar janji-janjiNya, yang menolong hamba-hambaNya, yang menguatkan jundi-jundiNya, dan yang menaklukkan musuh-musuhNya sendirian.

Sholawat dan salam tercurah kepada uswatun hasanah, Rasulullah saw, yang berperangai agung, yang tiada bandingan, teladan bagi para pencari ilmu, da’i, dan mujahid yang berjuang di jalan Allah.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat : 33)

Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, mujaddid di masanya, telah menyebarluaskan ide pemikiran dan konsepnya mengenai da’wah Islam di muka bumi. Disambut baik dengan telah banyaknya ikhwah di seluruh dunia bergabung ke dalam jama’ah yang dibentuknya, “Ikhwanul Muslimin (IM)”. Konsepnya mengenai dakwah telah banyak tersebar dalam berbagai tulisan beliau, salah satu diantaranya adalah Risalah Ta’lim.

Risalah Ta’lim, peninggalan paling berharga Hasan Al Banna, merupakan buah pandang yang bernash dan jitu terhadap perjalanan sejarah, realitas umat, dan pemahamannya yang akurat tentana nash-nash syariat. Risalah Ta’lim terdiri atas muqoddimah, dua bagian sub judul; ‘Rukun-rukun bai’at’ dan ‘kewajiban-kewajiban Seorang Mujahid’, dan penutup. Dalam dua bagian ini, Risalah Ta’lim merinci segala sesuatu yang diperlukan oleh setiap pribadi muslim dewasa ini, agar tidak mengulangi sejarah masa lalu, disamping memjelaskan petunjuk-petunjuk untuk meniti masa depan. Dengan begitu Risalah Ta’lim telah menetapkan starting point bagi setiap muslim untuk mencapai posisi, ‘hanya kalimat Allahlah yang tertinggi’ di bumi ini. Bahkan Risalah Ta’lim memberikan kunci untuk membuka pintu ‘dunia di tangan kaum muslimin’ jika mereka pandai beramal dan bergerak, insyallah. Memperhatikan risalah ini dari muqoddimah hingga penutup, dapatlah dipahami bahwa Risalah Ta’lim bersifat praktis.

Ustadz Hasan Al Banna sadar bahwa tidak semua orang muslim dewasa ini memiliki kesediaan untuk mewujudkan sikap komitmen atas keislaman yang tertinggi. Untuk tujuan itulah beliau membuat peringkat-peringkat keterikatannya kepada dakwah. Sungguh, Islam tidak akan bangkit dengan kelompok semacam ini.

Sungguh dengan memahami risalah ini maka ia akan mengenal dakwah ikhwan. Barang siapa tidak berpegang teguh dengannya maka ia bukan golongan IM, meskipun ia mengibarkan panjinya dan menda’wahkan diri dengannya. Berikut adalah studi analitis singkat terhadap muqoddimah Risalah Ta’lim, dengan sebelumnya menuliskan apa yang beliau sampaikan dalam muqoddimah tersebut.

Risalah Ta’lim

Oleh: Imam Syahid Hassan Al-Banna

Bismillahirrahmanirrahim

 

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada imamnya para muttaqin, pemimpin para mujahid, junjungan kami Muhammad saw.; sebagai nabi yang ummi. juga semoga tercurahkan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari Kiamat. Amma ba’du.

 

Inilah risalahku untuk ikhwah mujahidin dari kalangan Ikhwanul Muslimin yang telah beriman kepada keluhuran dakwahnya dan kepada validitas fikrahnya. Mereka memiliki tekad yang tulus untuk hidup bersamanya dan mati atas namanya. Kepada mereka sajalah uraian ringkas ini kupersembahkan. Ia bukan pelajaran-pelajaran yang harus dihafal, tetapi merupakan petunjuk-petunjuk yang harus diamalkan. Marilah beraktivitas, wahai saudaraku yang berhati tulus!

 

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. (QS. At Taubah : 105)

 

Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al Anaam : 153)

 

Adapun selain mereka, kami sediakan untuknya ceramah-ceramah, buku-buku, makalah-makalah, dan training-training. Masing-masing dari mereka memiliki program yang sesuai dengan tuntutannya, dari semuanya dijanjikan oleh Allah pahala yang baik.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hasan Al-Banna

Pembahasan

Imam Asy Syahid Hasan Al Banna memulai Risalah Ta’limnya dengan pujian kepada Allah swt dan sholawat serta salam atas Rasulullah Muhammad saw, keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya yang istiqomah di jalan da’wah, hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah swt yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya adalah pemegang kunci keberhasilan dakwah, karena hanya dengan bersama Allah dakwah ini berhasil.

Mengikuti keteladanan Rasulullah saw dalam setiap langkah perbuatannya merupakan sebuah keniscayaan, karena Rasulullah saw adalah teladan yang terbaik dalam segala hal. Karena itulah, setiap mujahid dakwah hendaklah mengikuti segala sunnah Rasulullah saw, seperti yang dikehendaki Imam Asy Syahid Hasan Al Banna seperti yang tertuang dalam seruannya, Allahu Ghayatuna (Allah Tujuan Kami), Ar Rasul Qudwatuna (Rasul Teladan Kami), Al Quraan Dusturuna (Al Quran Pedoman Hidup Kami), Al Jihaadu Sabiiluna (Jihad Jalan Juang Kami), dan Al Mautu fii Sabilillah Asma Amanina (Mati di Jalan Allah adalah Cita-cita Kami Tertinggi).

Risalah Ta’lim ini ditujukan kepada Ikhwan mujahidin yang siap hidup dan mati di dalam jama’ah IM. Asy Syatibi memberi definisi tentang yang dimaksud jama’ah, yaitu:

1. Orang-orang Islam yang berhimpun dalam satu urusan.
2. Mayoritas orang-orang Islam

3. Kumpulan ulama mujtahidin.
4. Jama’atul muslimin jika berhimpun di bawah komando seorang amir (pemimpin).
5. Para sahabat yang diridhoi Allah dan tentu pada kondisi yang khusus.

6. Suatu jama’ah akan terbentuk bila ada musyawarah

 

Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah panji (bendera) nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme (golongan) lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa’i)

 

Memberikan kesetiaan baik ketika hidup, maupun mati dalam keadaan berjama’ah adalah hal yang harus dipahami oleh setiap muslim. Karena apabila kesetiaan itu todak ada, maka seseorang tersebut dapat terpengaruhi seruan-seruan ke arah kema’shiyatan dan kejahatan yang akan menggiringnya kepada api neraka.

Hadis riwayat Hudzaifah Al-Yamani ra., ia berkata:

Orang-orang banyak yang bertanya kepada Rasulullah saw. tentang kebajikan, sedangkan aku justru bertanya kepada beliau tentang kejahatan karena takut aku terjerumus melakukannya. Maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami pernah mengalami zaman jahiliah dan kejahatan, lalu datanglah Allah dengan membawa kebaikan ini kepada kami. Apakah setelah kebajikan ini nanti akan ada lagi kejahatan? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya lagi: Apakah setelah kejahatan itu datang lagi kebajikan? Beliau menjawab: Ya, tetapi banyak kekurangan. Aku bertanya: Apakah kekurangannya? Beliau menjawab: Akan ada suatu kaum yang mengikuti selain sunahku serta memberikan petunjuk dengan selain petunjukku, di antara mereka ada yang kamu kenal juga ada yang tidak kamu kenal. Aku bertanya lagi: Apakah setelah kebajikan itu nanti akan ada lagi kejahatan? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kelak akan muncul para dai yang berada di muka pintu-pintu neraka Jahanam. Siapa yang menuruti panggilan mereka, akan mereka lemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, terangkanlah kepada kami sifat mereka itu! Rasulullah saw. menjawab: Baiklah. Mereka adalah kaum yang kulitnya sama dengan kita dan berbicara dengan bahasa kita. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apakah perintahmu jika aku mengalami hal itu? Rasulullah saw. menjawab: Tetap setialah kepada jemaah kaum muslimin dan pemimpin mereka. Aku bertanya: Kalau mereka tidak memiliki jemaah serta pemimpin? Rasulullah saw. menjawab: Maka jauhilah semua sekte-sekte yang ada itu meskipun kamu harus menggigit pangkal pohon sampai maut menjemputmu kamu tetap demikian. (Shahih Muslim No.3434)

Inilah kunci pertama untuk memahami persoalan IM. Kewajiban utama setiap muslim ialah memberikan kesetiaannya kepada jamaah dan imamnya. Kunci kedua untuk memahami IM dan dakwahnya adalah IM telah bekerja untuk menegakkan hukum Islam. Hal ini menunjukan bahwa keberadaanya dan tegaknya IM merupakan salah satu tuntutan yang harus diperjuangkan.

Keberadaan IM sesungguhnya menuntut pembaharuan  Islam, baik di bidang ilmu, amal, maupun realitasnya. Jika kita memahami IM dan dakwahnya, berarti kita memahami satu kunci lagi IM. Dakwah ikhwan merupakan simbol bagi berkibarnya panji politik Islam di banyak wilayah Islam.

Ada sejumlah prinsip umum dakwah ini agar dengannya kita dapat memahami kunci-kunci lain dari dakwah ikhwan dan permasalahannya.

  1. IM memahami bahwa dalam islam terdapat tujuan, sarana, khittah, system, kaidah-kaidah institusi, undang-undang dan peraturan yang islami. Dengan itulah IM menginginkan menjadi hizbullah dan tentara sejatiNya.
  2. Ikhwan pada hakekatnya menegakkan komitmen Islam selain mengakomodasi kepentingan zaman dan jangkauan operasional seluas mungkin.
  3. Memelihara opini umum, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional, merupakan salah satu prinsip Islam, IM berpijak padanya dan memberikan ruang lingkup yang secukupnya untuk memahami dengan benar.
  4. Ada dua hal yang dapat dicatat berkaitan dengan hal-hal yang dijadikan sebagai pegangan oleh ikhwan.

Pertama, ia harus dibenarkan oleh syariat.

Kedua, ia harus sebanding dengan senjata musuh dan dapat mencapai tujuan.

  1. Prinsip yang menjadi pegangan ikhwan dalam kaitannya prinsip luar negeri adalah prinsip maslahah dengan maslahah, jika ada seseorang yang ingin berhubungan dengan kita atas dasar maslahah namun ditukar dengan prinsip maka harus ditolak.
  2. Semua wilayah pemerintahan Islam bagi ikhwan harus tunduk pada kekuasaan amirul mukminin dan seluruh perangkat pemerintahan pusat dalam perspektif undang-undang yang berlaku.
  3. Dalam pemerintahan Islam harus ada system sentralisasi untuk urusan global dan desentralisasi untuk urusan detailnya.

 

Berikut ini beberapa penjelasan tambahan tentang kunci dakwah ikhwan.

Pertama, hendaknya permasalan dakwah harus dipahami. Ada tiga persoalan yang perlu dicermati dengan baik; memahami dakwah, mendakwakannya, serta mentarbiyah dan menarik orang untuk mendukungnya.

Kedua, dalam dakwah yang harus disentuhkan ke semua orang adalah pembicaraan tentang ruh, jiwa, hati akan dinamika, kebutuhan jiwa akan kebersihan, dan kebutuhan ruh akan pengabdian ikhlas kepada Allah.

Ketiga, dalam konteks pemahaman akan kapasitas intelektual orang yang akan diajak bicara pembicaraan dan dakwah berlangsung.

Itulah sebagai ringkasan sebagian dari kunci untuk memahami IM dan dakwahnya serta masalah-masalah besar yang dihadapi.

Tanggung jawab terbesar adalah melakukan tajdid [pembaharuan] dan naql [alih generasi]. Yakni pembaharuan ajaran Islam dan proses perubahan terhadap pribadi muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat Islam dari satu fase ke fase yang lain.

  1. Tentang IM, melalui penjelasan ustadz Hasan Al Banna, ada dua fenomena;

Pertama, ikhwan sebagai sebuah jamaah memusatkan perhatian pada pelayan umum.

Dua, ikhwan sebagai gerakan pembaharuan, inilah fokus terpenting IM.

  1. Mengubah umat sebagai prolog dari proses mengubah dunia.

Tanggung jawab pertama jamaah adalah membangkitkan perasaan muslim tentang eksistensi keislamannya dan eksistensi jamaah. Dua tanggung jawab ini akan diketahui cara menunaikannya dengan benar setelah Risalah Ta‘lim dipahami.

 

Ustadz Hasan Al Banna mengatakan,’ingatlah selalu bahwa kalian memiliki 2 tugas pokok;

  1. Membebaskan negeri Islam dari semua kekuasaan asing
  2. Menegakkan di atas tanah air ini negara Islam yang merdeka, yang memberlakukan hukum-hukum Islam, menerapkan undang-undang sosialnya, memproklamirkan prinsip-prinsip dan nilai-nilainya, dan menyampaikan dakwah Islam dengan bijaksana kepada seluruh umat manusia.

 

Uraian yang dibahas dalam Risalah Ta’lim adalah hal yang harus diamalkan, bukan hanya sekedar dihafalkan, karena apabila hanya menjadi bagian pembicaraan semata, maka kebaikan prinsip dakwah IM tidak akan pernah membumi. Karena sekedar iman saja, percaya dan yakin terhadap jama’ah belumlah cukup untuk menyebarkan kebaikan dakwah IM kepada seluruh manusia.

 

Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman. (HR. Ath-Thabrani)

 

Adapun tingkatan amal yang dituntut dari akh yang tulus adalah;

  1. Perbaikan diri sendiri
  2. Pembentukan keluarga muslim
  3. Bimbingan masyarakat
  4. Pembebasan tanah air dari setiap pengusa
  5. Memperbaiki keadaan pemerintah sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik
  6. Untuk mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan Islam
  7. Penegakkan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri.

 

TUJUAN IKHWAN SECARA RINCI

  1. Individu

Individu muslim yang kita inginkan adalah yang memiliki fisik kuat, mulia akhlaknya, berwawasan luas, giat berusaha, selamat akidahnya, benar ibadahnya, pejuang sejati, menjaga waktunya, tertib urusannya, bermanfaat bagi orang lain, mampu membimbing keluarga untuk menghormati fikrahnya, menjaga tata krama Islam dalam segenap kehidupan rumah tangganya, pandai memilih istri, pandai menjelaskan hak dan kewajiban istrinya, serta pandai mendidik anak-anak dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya dengan ajaran Islam.

Ia juga berjuang untuk mengembalikan khilafah yang hilang dan kesatuan yang diidam-idamkan, juga berjuang untuk memandu dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di seantero wilayahnya.

  1. Rumah tangga

Rumah tangga muslim yang kita inginkan adalah rumah tangga yang suami dan istri di dalamnya mengetahui hak dan kewajibanya masing-masing, lalu mereka komitmen memeliharanya. Pandai mendidik anak-anak dan pembantu rumah tangganya dengan prinsip-prinsip Islam.

  1. Masyarakat muslim

Adalah masyarakat yang memiliki akal pikiran, hati dan perasaan islami, masyarakat yang beriman dan beramal sholeh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

  1. Pemerintahan

Kita menghendaki tegaknya pemerintahan islami di semua kawasan islam. Tujuan ini memerlukan penjelasan rinci agar tidak terjadi kerancuan dan kesalahpahaman.

Pertama, Hasan Al Banna mengatakan, pemerintahan islam adalah pemerintah yang anggotanya orang-orang muslim, melaksanakan kewajiban, tidak bermaksiat secara terang-terangan dan melaksakan hukum-hukum islam.

Kedua, Hasan Al Banna mengatakan, tidak apa mengunakan orang-orang non muslim jika dalam keadaan terpaksa, yang penting mereka tidak didudukan dalam posisi pemimpin.

Ketiga, Hasan Al Banna mengatakan, Bentuk dan jenis pemerintahan tidak menjadi persoalan sepanjang sesuai dengan kaidah-kaidah umum dalam pemerintahan islam.

  1. Daulah Islamiyah

Adalah daulah inti. Menurut Hasan Al Banna daulah inti adalah daulah yang memimpin negara-negara Islam dan menghimpun ragan kaum muslimin, mengembalikan keagungannya, serta mengembalikan wilayah yang telah hilang dan tanah air yang di rampas. Maka penjelasan ini pula mencantumkan beberapa kewajiban daulah.

  1. Tegaknya Daulah dan Khilafah Islamiyah

Hasan Al Banna menyebutkan beberapa kewajiban-kewajiban daulah islamiyah;

    1. mengamalkan hukum-hukum islam
    2. melaksanakan system sosial islam secara lengkap
    3. memproklamasikan prinsip-prinsip yang tegas ini
    4. menyampaikan dakwah islam dengan arif bijaksana

Yang perlu dicatat, Hasan Al Banna menganggap proklamasi khilafah secara resmi dilakukan pada tahap-tahap akhir saja demi memperoleh kemaslahatan yang banyak’

  1. Dunia seluruhnya hanya tunduk kepada Allah SWT

Hasan Al Banna berkata, kemudian daulah islamiyah itu mengibarkan panji-panji jihad dan dakwah, sehingga dunia seluruhnya akan menjadi berbahagia dangan ajaran islam. Daulah islamiyah juga bertanggung jawab untuk menjadi’ guru’ bagi dunia seluruhnya dan menyebarkan dakwah islam sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu semata-mata bagi Allah.

 

Ketujuh hal tersebut diatas saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Tegaknya suatu negara islam di suatu kawasan merupakan satu tahap untuk menegakkan pemerintah islam inti. Tahapan ini mempersiapkan tahapan berikutnya, yakni kesatuan islam, yang merupakan tahapan menuju tegakknya kekuatan islam internasional, dan ini merupakan tahapan bagi proses selanjutnya.

 

URAIAN TAMBAHAN

Kesimpulan uraian tambahan dalam beberapa poin berikut;

  1. Kita adalah umat yang tidak memiliki kehormatan dan kemuliaan kecuali dengan islam
  2. Islamlah satu-satunya jalan keluar bagi seluruh persoalan kita
  3. Hanya dengan islamlah setiap orang terpenuhi kebutuhannya
  4. Persoalan penjajahan terhadap suatu negara tidak akan terselesaikan kecuali dengan menegakkan panji-panji islam dan mobilisasi jihad
  5. Kehidupan yang baru akan segera terwujud di dunia ini dengan kehadiran islam
  6. Islam memberikan keadilan pada seluruh warga negara yang syah di negeri islam dan melarang sikap zalim kepadanya, meskipun dia bukan seorang muslim.
  7. Penerapan islam bukan berarti pemasungan kenikmatan dunia yang bermanfaat.
  8. Penerapan islam itulah satu-satunya sarana yang dapat menghimpun kadar produktivitasnya, pembagian kekayaan alam, dan rasa tanggung jawab.

 

Berjuang agar kalimat Allah menjadi tertinggi merupakan inti perjalanan hidup kita. Kita adalah jama‘ah yang berslogan; kebenaran, kekuatan dan kebebasan. Kebenaran tampak jelas dalam wahyu ilahiyah. Kekuatan, Allah swt. Memerintahkan kepada orang-orang beriman agar mempersiapkan kekuatan. Kebebasan, seperti yang diungkapkan para sahabat, kami datang untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan pada diri antar sesamanya menuju penghambaan kepada Allah, dari kezaliman agama-agama menuju keadilan islam.

 

Kita tahu dan memahami bahwa di dunia ini terdapat jama’ah minal jama’atul muslimin seperti yang telah diungkapkan Yusuf Qardhawy dalam bukunya ‘Ainal Khalal. Kepada mereka dinyatakan, sesuai dengan prinsip yang terdapat dalam ushul isyrin IM:

      Perbedaan pendapat dalam soal yang kecil tidak sepatutnya menjadi sebab untuk berpecah. Perbedaan pendapat ini tidak sepatutnya menimbulkan permusuhan dan persengketaan karena setiap mujtahid akan mendapat pahalanya. Namun tidak salah untuk membuat kajian ilmiah dalam masalah-masalah yang dipertikaikan sepanjang ia dilakukan dalam suasana penuh kemesraan dan saling bekerjasama untuk mencari kebenaran. Dengan syarat ia tidak menimbulkan perselisihan yang tidak diingini.

 

Setiap jama’ah minal jama’atul muslimin pastilah memiliki tujuan, bisa sama atau bahkan berbeda sekali. Untuk mencapai tujuan tersebut, masing-masing memiliki program, dan sepanjang program itu sesuai dengan manhaj Islam yakni Al Quran dan As Sunnah, maka untuk mereka juga telah Allah sediakan ganjaran pahala atas kebaikan yang mereka usahakan. Inilah prinsip yang mengakhiri muqoddimah rislah ta’lim, yang menunjukkan kedewasaan dan berlepas dari kekerdilan cara berfikir bahwa jama’ah ini adalah yang paling sempurna, dan yang lain adalah salah.

Kepada mereka juga disediakan buku-buku, ceramah, dan bahan dakwah lainnya tentang IM agar mereka mengetahui dan memahami dakwah IM yng sesungguhnya, sehingga tiada hal yang meragukan bagi mereka lagi bahwa dakwah IM adalah salah satu dakwah yang sesuai dengan Quran dan Sunnah. Wallahu a’lamu bi showab…


Mendakwahkan Islam ke Luar Arab dan Utusan Rasulullah

Category : Semua , Wawasan

Oleh: Ferry Taufik Saleh

Adelaide, 4 Juni 2011

 

Zhahirnya, perjanjian Hudaibiyah memuat pasal-pasal yang menguntungan kaum musyrikin. Namun, pada kenyataannya seperti firman Allah SWT dalam QS Al Fath ayat 1 yang telah Allah sampaikan dalam perjalanan pulang ke Madinah pasca umrah Hudaibiyah bahwa sesungguhnya kejadian ini adalah satu kemenangan yang nyata bagi kaum Muslimin. Salah satunya adalah kaum muslimin saat itu terbebas dari ancaman musuh. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Rasulullah saw untuk menda’wahkan Islam lebih luas bahkan sampai ke luar Arab. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke 7 H sebelum fathu mekkah. Imam Bukhari dalam shahihnya menyebutkan bahwa pengiriman surat ini dilakuan sebelum perang Tabuk, yaitu pada tahun 9 H.

Rasulullah saw memberangkatkan 10 sariyah (pasukan kecil) untuk menunaikan tugas da’wah kepada Islam; jika  menolak, maka mereka akan diperangi. Berikut rangkumannya:

No

Nama Utusan

Penerima

Tujuan Risalah

Sikap Penerima

1

Dihyah bin Khalifah

Al Kalabi

Heraklius

(Kaisar Romawi)

Elia di Palestina Dia takut kehilangan kerajaannya dan tidak masuk Islam

2

Abdullah bin Hudzaifah as-Sahmi Kisra Raja Persia Mada’in di Irak Dia merobek surat Rasulullah saw dan Allah pun meruntuhkan kerajaannya

3

Amr bin Umayah

ad-Dhamri dan Ja’far bin Abi Thalib

Ashamah bin al Abhar (Raja Habasyah/Najasyi/Negus) Habasyah Dia masuk Islam dan meletakkan surat tersebut ke keningnya serta membalas surat Rasulullah saw

4

Hathib bin Abi Balta’ah Juraij bin Matta / Al Mauqauqis (Pemimpin Mesir) Iskandariyah di Mesir Dia tida masuk Islam, namun menghormati kedatangan surat Rasulullah saw dan membalas serta memberikan bingkisan, Maria al Qibtiyah dan saudarinya Sirin.

5

Al ‘Ala bin al Hadhrami Munzhir bin Sawi (Raja Bahrain) Hajir di Bahrain Dia masuk Islam bersama kaumnya

6

Salith bin Amr al Amiri Haudzah bin Ali (Amir Yamamah Yamamah di Najd Dia bersedia masuk Islam asal diangkat menjadi Gubernur

7

Syuja’ bin Wahb al Asadi Al Harits bin Abi Syamar Al Ghassani (Amir Kabilah Ghassanah) Hauran Dia mengancam akan memerangi Madinah

8

Amr bin Al Ash As Sahmi Jaifar dan Abd bin  al Jalandi (Penguasa Oman) Oman Masuk Islam

9

Muhajir bin Abu Ummayyah al-Makhzumi Al Harits Al Himyari (Pemimpin Yaman) Sana’a di Yaman Masuk Islam

10

Abu Musa al Asyari dan Muadz bin Jabal Penduduk Yaman Yaman Masuk Islam

Hikmah:

  1. Pemberangkatan sariyah tersebut menandai periode dakwah Perjuangan Politik dan Kemenangan da’wah.
  2. Pengakuan atas negara Islam.
  3. Sikap jihad ofensif dan bukan defensif.
  4. Karakteristik Dakwah Islam:
  5. Sistem yang seharusnya berlaku di dunia adalah sistem Islam.
  6. Tahapan dakwah dimulai dengan dakwah silmi (dakwah damai) dengan hikmah dan nasehat yang baik dalam waktu yang lama. Setelah itu pemaksaan (ilzam) dilakukan terhadap orang-orang atheis, musyrik, penyeru berhala dan pengikutnya. Prioritas dakwah adalah perbaikan diri dan sesama mereka (internal Islam), baru mendakwahkan Islam keluar ummat Islam.
  7. Dakwah Islam tidak memandang ras maupun golongan. Metode dakwah Rasulullah saw:
    • Bil hikmah dan Mauizhoh Hasanah (menyebut gelar, dan bahasa pergaulan)
    • Delegasi berkemampuan bahasa sama dengan kaum yang dikunjungi
    • Tidak serta merta mengambil kekuasaan
    • Bersikap tegas dan keras terhadap upaya negoisasi dengan kekafiran

 

Referensi:

  1. Sirah Nabawiyah Ramadan al Buthi
  2. Sirah Nabawiyah Shafiyurrahman al Mubarakfury
  3. Manhaj Haroki Syeih Munir Muhammad al Ghadban